seminar gempa dan kemalangan


alhmdulillah acara seminar gempa itu berjalan dengan sukses bahkan peserta yang datang meleihi dari target yang direncanakan.... acara ini, pada awalnya, ada kejadian kecil yang membuat panik para panitia yaitu mti lampu padahal sedang asyiknya seminar, eh ternyata mati lampu untung cuma 10 menit kalau nggak bisa gagal tuh acara seminarnya. kami, para panitia, nggak kepikiran akan mati lampu dan nggak juga kepikiran akan menyiapkan genset seandainya mati lampu... setelah kepanikan kecil itu, acara seminar dilanjutkan kembali...
acara ini berjalan dengan baik plus humor-humor yang dibawakan oleh moderator dan pemateri. pada akhir acara, para peserta seminar sudah banyak yang keluar karena telah lewat dari waktunya. ini disebabkan oleh penanya yang nanyanya over dosis jadi kelamaan tuh para pemateri menjawab pertanyaan mereka.... tapi secara keseluruhan acara seminar ini berjalan sukses dan tau nggak sapa ketua panitianya... ketua panitianya itu adalah aku sendiri... hehehehehe :)


setelah acara seminar itu selesai, aku langsung pulang ke wisma dan rencananya mau ke jurusan buat mengasistensikan tugas besar tapi kenapa ya ketika itu hati aku merasa berat buat pergi ke kampus. akupun memaksakan diri buat pergi ke kampus walaupun nih hati nggak enak buat diajaka pergi. ketika tiba di kampus, aku mendapatkan sms yang mengatakan abak-ku meninggal. akupun terkejut lalu beristighfar. aku langsung pergi ke wisma lalu pergi pulang.. ini terjadi pada hari yang sama ketika seminar, senin, 20 desember 2010. ayahku meninggal jam 13.30. aku hanya melihat abak yang telah dibungkus oleh kain kafan. abak dikuburkan setelah solat maghrib. banyak orang yang pergi melayat, jam 12 malam masih aja ada yang datang mereka adalah teman-temanku yang di padang, teman-teman wan zul....

setelah meninggalnya abak, pada hari sabtu, 25 desember 2010 giliran amae (nenek)/orang tua abak yang meninggal. amae adalah tempat aku berbagi cerita. amae sering bercerita kepadaku tentang tempoe doeloe. amae meninggal dengan mengucapkan sebuah kalimat yang sangat indah yaitu LA ILAHA ILLA LLAH.....

telur

para penghuni wisma banyak yang berjualan di wisma. itu merupakan suatu kreatifitas mereka, ada yang jual roti, kerupuk, chokolatos, dll. tak hanya mereka tapi saya juga mulai mencari usaha apa yang cocok di wisma.

pagi itu lami sarapan pagi bersama. di wisma, makannya menggunakan talam. dalam satu talam makan 6 orang. disini terasa suasana kekeluargaannya. ketika hendak makan ada yang punya sambal. dia bilang "wak nebeng yo da"
dari sini saya mendapat ide. bagaimana kalau saya menjual telur rebus. telur rebus itu untungnya lumayan besar dibandingkan dengan yang dijual di wisma ini. pada sorenya saya pergi kepasar untuk membel telur lalu saya rebus dan di letakkan ke wisma-wisma.

emang ada sedikit kontroversi ketika saya menjual telur rebus ini yaitu tekur rebus ini hanya bertahan sebentar, 2-3 hari. tapi saya tak menanggapinya. dalam 2 hari saja telur yang saya jual habis dibeli. o... ya, anak wisma itu banyak yang konsumtif termasuk saya. hehehehe...

lumayan buat nambah uang belanja